Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Memahami Bahasa Tubuh


·        Bagian-bagian tubuh yang harus diperhatikan seperti kepala dan wajah serta bagian-       bagiannya, dan tubuh bagian bawah dan anggotanya seperti tangan dan kaki.
·        Perubahan mimik atau ekspresi wajah.
·        Gerakan tangan dan kaki.
·        Arah dan posisi tubuh.
·        Areal atau wilayah di dalam dan di luar tubuh.

readmore »»  

Macam-macam Phobia


·        Acrophobia           : Ketakutan pada ketinggian.
·        Agoraphobia         : Ketakutan pada tempat terbuka.
·        Clausrtophobia     : Ketakutan pada tempat tertutup.
·        Hemaphobia         : Ketakutan pada darah.
·        Nyctophobia         : Ketakutan pada kegelapan.
·        Enophobia            : Ketakutan pada orang asing.
·        Zoophobia             : Ketakutan pada binatang tertentu.
·        Phobia sekolah    : Phobia yang sering terjadi pada anak kecil yang takut berpisah dari orang tuanya karena harus sekolah.
readmore »»  

10 Kekeliruan Tentang Kanker Payudara


   Saat ini, kanker payudara termasuk jenis kanker yang paling banyak diderita oleh perempuan di seluruh dunia. Tingkat kematiannya sedikit lebih rendah dibanding kanker rahim, namun bukan berarti boleh diabaikan karena risikonya tetap tinggi terutama jika sel kanker sudah menyebar ke organ lain.
  Berikut ini mitos yang masih berkembang mengenai kanker payudara, seperti dikutip dari MSNHealth, Rabu (8/2/2012) yaitu:

1.        Mitos: Hanya perempuan dengan riwayat keluarga kanker yang berisiko
Fakta: Sekitar 70 persen perempuan dengan kanker payudara tidak memiliki faktor risiko untuk penyakit ini. Memiliki saudara atau keluarga dengan riwayat kanker memang bisa meningkatkan risiko, tapi lingkungan juga mempengaruhi.

2.     Mitos: Menggunakan bra kawat bisa meningkatkan risiko kena kanker payudara
Fakta: Bra dengan kawat bisa menekan sistem limfatik payudara yang menyebabkan racun menumpuk. Tapi sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah untuk hal ini, sehingga belum diketahui kebenarannya.

3.     Mitos: Kebanyakan benjolan di payudara adalah kanker
Fakta: Sekitar 80 persen benjolan di payudara disebabkan oleh perubahan jinak, kista atau kondisi lain. Namun sebaiknya setiap perubahan yang terjadi meski kecil dilaporkan ke dokter. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah benjolan ini kanker atau bukan.

4.     Mitos: Operasi bisa bikin kanker menyebar
Fakta: Operasi atau pembedahan tidak menyebabkan kanker atau membuat kanker payudara menyebar. Ada kemungkinan dokter menemukan jumlah kanker yang lebih besar dari perkiraan ketika melakukan operasi.

5.     Mitos: Perempuan dengan payudara padat berisiko lebih tinggi
Fakta: Seseorang yang memiliki payudara padat mungkin akan lebih sulit dibedakan antara jaringan normal dengan jaringan kanker, sehingga ada kemungkinan mengalami kesalahan hasil.

6.     Mitos: Payudara kecil berisiko rendah kena kanker
Fakta: Tidak ada hubungan ukuran payudara dengan risiko kena kanker payudara. Namun ukuran yang besar mungkin membuat pemeriksaan lebih sulit dilakukan. Tapi semua perempuan harus berkomitmen untuk melakukan pemeriksaan rutin.

7.     Mitos: Orang yang melakukan mastektomi tidak bisa kena kanker
Fakta: Tidak ada yang bisa menjamin seseorang bebas kanker, beberapa perempuan ada yang terkena kanker di tempat bekas luka setelah mastektomi. Meski mastektomi bisa menjadi salah satu tindakan pencegahan, seseorang tetap perlu menjaga gaya hidupnya.

8.     Mitos: Jika berisiko kena kanker, maka hanya sedikit langkah yang bisa dilakukan untuk mencegahnya
Fakta: Hal ini salah, ada banyak perempuan yang bisa menurunkan risiko, seperti dengan menurunkan berat badan, olahraga teratur, melakukan pemeriksaan payudara sendiri, berhenti merokok dan kenali perubahan yang muncul.

9.     Mitos: Perawatan kesuburan bisa tingkatkan risiko kanker
Fakta: Beberapa studi menemukan calon ibu yang melakukan perawatan kesuburan cenderung tidak memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara, karenanya peneliti tidak menemukan bukti ilmiah mengenai kabar tersebut.

10.  Mitos: Jika hasil mamografi negatif, maka bebas dari kanker

Fakta: Meski mamografi penting untuk skrining dan diagnosis kanker, tapi sekitar 10-20 persen menujukkan hasil yang salah. Untuk itu melakukan pemeriksaan payudara sendiri tetap menjadi hal yang penting dilakukan oleh semua perempuan.(detikHealth)

readmore »»  

Seputar Kanker Payudara


Kanker Payudara


Apa sih Kanker Payudara itu ?
Kanker payudara adalah penyakit yang ditandai adanya pertumbuhan sel abnormal dari payudara yang tumbuh cepat, dimulai dari sistem
readmore »»  

Bersyukur Dalam Segala Kondisi



AKULAH PANCARAN BERKAT-NYA

Ceria, usil, dan penuh tawa, mungkin itulah yang didapati orang lain di dalam diriku. Namun dibalik semua hal indah itu, aku menyimpan banyak beban yang tak seorang pun dapat memahaminya. Ketakutan, ketidaknyamanan, dan bayang-bayang kematian selalu melingkupiku. Hanya rasa pura-pura tegarlah yang dapat menutupi kegusaranku.
            Aku terlahir dari sebuah keluarga yang sangat sederhana. Keluarga kecil yang penuh dengan kehangatan. Lelucon kecil kerap terdengar saat kami berkumpul di sebuah ruang tamu yang luasnya sepadan dengan kandang ayam. Namun di ruangan itulah banyak kenangan masa kecil yang tak mungkin dapat aku lupakan.
            Ayahku baru saja berhenti dari pekerjaannya di sebuah perusahaan swasta dengan penghasilan minimal. Ibuku hanyalah seorang ibu rumah tangga yang sangat perkasa. Sungguh aku tak pernah menemui wanita setegar dirinya. Aku memiliki seorang kakak dan seorang adik yang menderita penyakit autis sejak lahir.

            Pagi itu berjalan seperti biasanya. Tak ada suara ayam berkokok terdengar. Hanya suara teriakkan ibuku yang selalu terdengar saat ia membangunkan anak-anaknya. Aku sempat geram ketika setiap hari harus mendengar suara amarah itu. Namun aku tahu hal itu ia lakukan demi kebaikanku juga.
            Terik menyengat, bising keramaian kota terdengar, dan peluh menetes mengalir didaguku.  Ku kendarai sebuah motor tua yang selalu mengantarku kemana saja. Motor itu baru dapat kumiliki saat kakakku memiliki motor baru dan meninggalkan motor itu. Aku pulang kerumah siang itu, kemacetan dan asap kotor kendaraan melingkupiku. Aku sampai di rumah dengan rasa lelah di bahuku.
            Aku merebahkan badanku di atas kursi tua yang usianya hampir sama dengan usia adikku. Kulihat mata tua yang berbinar memandangku, mata yang selama ini mengajarkanku tentang arti sebuah kehidupan. Di tangannya terlihat segelas es teh yang sangat menggodaku. Ia mengobati dahagaku saat itu. Penuh semangat aku meminum es teh yang dibuat dengan ketulusan itu. Ia memandangiku, dan aku pun memandanginya. Ku pandangi wajahnya yang mulai keriput dimakan usia.
            Segelas es teh telah selesai kuhabiskan. Aku pun bergegas ganti baju lalu tidur. Ibu menghampiriku di kamarku untuk yang kedua kalinya. Dalam hatiku bertanya mengapa ia tak seperti biasanya. Ia mengelus rambutku, lalu mengusap pipiku. Aku semakin curiga dan aku berpikir pasti ada sesuatu yang ia sembunyikan dariku.
            Dari bibirnya yang tipis, ia berusaha untuk membuka mulutnya dan berucap.
“tadi siang ibu baru pulang dari rumah sakit, nak.”
Aku termenung, menerka-nerka apa yang ibuku lakukan di rumah sakit. Setahuku, ia tidak memiliki sakit yang parah. Hanya saja ia sering masuk angin dan sesak napas. Lalu aku bertanya dengan suara yang sok tegar.
“loh, ibu sakit apa kok ke rumah sakit?”
Ia tersenyum kecil seakan tak kuasa untuk berucap. Ia mengambil napas dalam-dalam dan berkata dengan suara yang lirih.
“ibu memiliki benjolan di payudara, kata dokter ini tumor, entah itu ganas atau jinak.”
Jantungku seakan tak berdetak lagi. Aku tak tahu apa yang harus kuperbuat. Dengan sikapku yang berusaha tegar di hadapan ibu, aku hanya tersenyum dan berkata “semua akan baik-baik saja.”

            Rasa gelisahku tak kunjung hilang hingga terik matahari berubah menjadi petang. aku segera mengirim pesan ke beberapa teman dekatku yang berkeyakinan sama untuk meminta doa atas penyakit ibuku. Kebetulan aku ikut organisasi persekutuan doa di sekolahku. Hari-hariku terasa tak ada semangat. Belajar enggan, makan enggan dan mandi pun enggan.
            Beberapa hari kemudian semangatku kembali seperti semula. Aku menjalani semuanya layaknya tak ada beban di pundakku. Hingga sepulangku dari sekolah, aku melihat ibu sedang menahan air mata yang jatuh ditengah-tengah pembicaraannya dengan saudaraku. Aku pura-pura saja tak tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Hal itu kulakukan karena aku tak mau meneteskan air mataku di depan ibuku. Aku tak mau menambahi beban pikirannya.
            Sore itu cuaca terasa bersahabat. Hembusan angin membangunkanku dari tidur siangku. Seperti biasanya, aku lebih banyak menghabiskan waktuku untuk SMS-an dengan teman-temanku. Ditengah waktuku SMS-an, ibu menghampiriku dan berkata “hasil tesnya, ibu positif menderita tumor ganas.”
Aku berusaha menenangkan pikiranku dan dengan perlahan berkata “oh, trus mau di operasi?”
“iya, ibu harus operasi pengangkatan tumor ini secepat mungkin kalau tidak, akan semakin bahaya karena ibu sudah berada di stadium 2.” Ucapnya dengan air mata yang berlinang.
            Sambil berusaha untuk tegar di depan ibuku, aku mengirim pesan ke teman-temanku tentang hal tersebut. Aku melakukan itu karena aku berharap apabila aku berbagi ceritaku, mungkin itu akan mengurangi bebanku. Adzan maghrib terdengar, aku bergegas untuk mandi. Entah perasaan dari mana yang timbul, tiba-tiba air mataku jatuh berlinang dan aku seakan tidak bisa untuk menghentikannya.

            Hari terus berganti dan aku pun berusaha untuk menutupi rasa sedihku. Aku ingin menjadi Fenny yang ceria seperti dulu. Aku ingin menjadi pancaran berkat untuk orang disekitarku. Banyak teman dekatku yang menganggap aku sebagai seorang yang sok tegar. Namun aku merasa hal itu lebih baik karena aku masih belum bisa tegar seutuhnya.
            Hari itu hari Jumat. Di mana seperti biasanya aku selalu sibuk persekutuan doa. Siang hari setelah pulang sekolah, selalu ada persekutuan doa disekolahku. Dan aku merasa sangat terberkati di persekutuan  itu. Aku bersyukur aku memiliki teman-teman seiman dan kakak pembina yang selalu membimbingku. Saat aku bertemu dan bersekutu dengan mereka, bebanku serasa hilang sesaat.
            Disetiap malamku, disetiap doaku, aku selalu menyebut orang tuaku, terlebih berdoa untuk kesehatan ibuku. Dan air mataku selalu menetes tiap aku menyebut namanya. Bayang- bayang ditinggalkan oleh ibu selalu menghantuiku. Serasa aku tak tahu bagaimana nantinya kalau ibu benar-benar sudah dipanggil Tuhan. Aku mau curhat ke siapa? Aku mau manja ke siapa? Siapa yang sabar merawat adikku? Pertanyaan itu selalu hadir.
            Memang selama ini hanya ibu yang menjadi tempat curhatku. Mungkin dulu sewaktu aku belum menginjak remaja, aku belum sedekat ini dengannya. Aku merasa sangat cocok dengannya. Ia mudah untuk diajak bertukar pikiran walaupun terkadang aku masih kekanak-kanakkan saat berbicara kepadanya.

            Hanya ibu yang memberikanku izin untuk pacaran. Sedangkan ayahku tidak mengizinkanku untuk pacaran. Alasannya sih aku masih kecil, apalagi aku anak perempuan satu-satunya di keluarga ini. Jadi ayahku sedikit protektif dengan pergaulanku. Karena hal itu, aku dan ibu selalu sembunyi-sembunyi saat akan curhat tentang teman dekatku.
Hal itulah yang membuatku masih takut untuk di tinggalkan oleh ibu. Aku ingat waktu itu sekitar jam 2 pagi, aku terjaga dari tidurku. Disampingku ibu sedang tidur nyenyak. Aku memandangi wajahnya beberapa kali. Di wajahnya mulai banyak kulit keriput yang muncul. Ibu sudah mulai tua dan aku sudah beranjak untuk dewasa. Aku ingin ibu melihatku sukses meraih cita-citaku. Entah saatnya nanti ia masih berada disampingku atau berada di tempat yang sangat abadi.

Aku sangat mengucap syukur kepada Tuhan untuk hidupku yang sangat indah ini. Aku berjanji pada diriku sendiri untuk menjadi seorang perempuan yang tegar seutuhnya. Hal itu kulakukan sebagai ucapan syukurku kepada Tuhan. Dan aku ingin selalu berbuat sesuatu yang bisa membahagiakan orang lain. Karena aku sadar, aku diciptakan didunia ini untuk menjalankan tugasNya dan menyenangkan hatiNya. Menjadi pancaran berkat untuk banyak oranglah yang selalu aku dambakan.
readmore »»